Waspada Mythomania Saat Anda Gemar Berbohong

Waspada Mythomania Saat Anda Gemar Berbohong

Apa itu mythomania? Mythomania adalah penyakit kompulsif di mana orang akan mudah untuk berbohong dalam jangka waktu yang lama. Bahkan, orang yang suka berbohong ini akan terus menjadikan kebiasaan negatif ini sepanjang hidupnya. Kebohongan yang dibuatnya sering kali cenderung berlebihan untuk menutupi kondisi dirinya.

Mengenal Lebih Jauh Apa itu Mythomania

Pada dasarnya hampir semua orang pernah melakukan kebohongan, dan biasanya dilakukan dengan cara menceritakan sesuatu yang tidak sesuai dengan fakta pada orang lain.
Kebohongan bisa jadi dilakukan untuk melindungi sesuatu atau memang diniati untuk menipu seseorang. Hanya saja, kebiasaan untuk tidak jujur ini bagi beberapa orang adalah hal yang sulit ditinggalkan dan menjadi sebuah candu.
Banyak orang yang suka berbohong bahkan sering melakukan kebohongan tanpa disadari dan baru disesali setelah terlanjur dipercaya banyak orang.
Penyakit suka berbohong ini bisa dijabarkan sebagai kondisi di mana seseorang ingin sekali mendapatkan perhatian besar dari orang lain, namun karena keinginan yang sangat kuat ini, seseorang rela untuk menceritakan sebuah cerita bohong agar dipercaya dan diperhatikan oleh orang lain.
Penyakit mythomania sendiri bisa dibagi menjadi dua katergori: ringan dan akut. Mereka yang masih dalam tahap ringan, biasanya hanya menceritakan beberapa cerita karangan yang tidak berdampak besar bagi orang lain dan hanya untuk mendapatkan perhatian.
Sementara mereka yang memang sudah mengalami permasalahan mental akut, di mana kepribadiannya sudah cenderung memanipulasi segala hal, sangat narsis dan memerhatikan penampilan, serta cenderung mudah berinteraksi sosial dengan cara membual.

Penyebab Mythomania

Biasanya, orang yang memiliki penyakit mythomania adalah mereka memiliki banyak faktor kegagalan dalam hidupnya, khususnya masalah keluarga di mana semua orang tentu mengharapkan keluarga yang harmonis.
Kegagalan dalam hal pertemanan, percintaan, studi, atau bahkan masalah pekerjaan juga bisa memicu seseorang mencoba mengelak dari berbagai masalah ini, sehingga menjadi pembohong untuk melarikan diri dari apa yang dialaminya selama ini. Dengan membuat orang lain percaya dengan kebohongannya, seseorang merasa lebih mudah untuk lari dari semua masalah ini.
Selain itu, mythomania juga berdampak menurunnya rasa percaya diri seseorang, di mana hal ini diakibatkan ketidakmampuan menerima kondisi diri sendiri. Karena penderita mythomania adalah mereka yang berbohong secara kompulsif dan hidup selalu dalam kebohongan, hal itu membuatnya lebih rentan untuk stres. Penyebab mythomania adalah rendahnya harga diri, kurangnya kasih sayang dan rasa tidak puas.

Mengobati Mythomania

Penanganan orang yang suka berbohong atau mythomania adalah menyadari diri-sendiri bahwa kebohongan-kebohongan yang dialami tidaklah baik karena justru bisa membuat masalah yang lebih besar ke depannya.
Pada beberapa kasus, orang yang menderita mythomania adalah mereka yang tidak ingin menjalani pengobatan. Umumnya mereka akan berubah ketika mereka sudah mendapatkan suatu masalah.
Penderita penyakit mythomania bisa mendatangi psikolog dan melakukan konseling dengan metode konvensional psikoterapi. Untungnya, kini banyak psikolog yang bisa memakai hypnotherapy yang bisa mengatasi masalah berbohong ini dengan lebih efektif.
Biasanya, psikolog atau psikiater akan mengevaluasi orang yang suka berbohong ini dengan tujuan untuk mengetahui jenis gangguan yang dialami. Sering kali, penderita mythomania adalah seseorang yang tidak sadar dengan kondisinya sehingga bisa mengelabui psikolog atau psikater, namun keluarga dan orang-orang terdekat bisa membantu soal riwayat kesehatannya.

Menemukan Kebohongan

Paul Ekman, psikolog Amerika yang mengkhususkan diri dalam mempelajari emosi dan hubungannya dengan ekspresi wajah mengatakan bahwa mendeteksi kebohongan tidaklah sederhana.
“Mendeteksi kebohongan itu tidak mudah. Salah satu masalah adalah banyaknya informasi–ada terlalu banyak hal yang perlu dipertimbangkan pada saat yang sama, terlalu banyak sumber informasi–kata-kata, jeda, bunyi, ekspresi, gerakan kepala, gerak tubuh, bernapas, memerah, berkeringat… ” kata Ekman dalam bukunya berjudul ‘Telling Lies’.
Setelah terdeteksi, hal terbaik yang dapat dilakukan oleh penderita mythomania adalah berkonsultasi dengan psikolog. Meskipun sulit untuk berbicara tentang perawatan untuk suatu kondisi yang dianggap sebagai gejala, ini tampaknya menjadi satu-satunya bentuk bantuan.
Psikolog akan dapat membantu dengan mengenal pasien mengenai latar belakang, kurangnya harga diri, dan rasa ketidakamanan. Jika ada gejala lain, kadang-kadang perawatan dapat dilengkapi dengan sedatif atau anti-depresan.

Semua orang yang Berbohong Menderita Mythomania?

Meski semua orang pernah melakukan banyak kebohongan sepanjang hidupnya, apakah hal ini menandakan adanya mythomania? Jawabannya adalah tidak. Seseorang yang mengalami mythomania adalah orang yang mengalami rasa cemas berlebihan atas kenyataan yang terjadi pada hidupnya.
Selain itu, mythomania adalah salah satu jenis dari kebohongan patologis. Kebohongan patologis sendiri memang dibagi menjadi beberapa macam, antara lain:
  • Berbohong akibat kebiasaan yang pada umumnya disertai gangguan neurologis seperti kesulitan belajar.
  • Berbohong yang disertai kebiasaan impulsif seperti mencuri, berjudi, dan belanja dalam jumlah besar.
  • Penipu yang suka mengganti identitas, alamat, dan pekerjaan, untuk menyamar menjadi orang lain atau agar dirinya mendapat pengakuan di mata orang lain.
  • Pseudologica fantastica atau mythomania.
Dari semua jenis kebohongan patologis di atas, mythomania merupakan jenis yang dianggap paling ekstrem, karena kebohongan jenis ini menggabungkan fantasi dan fakta. Mereka yang mengalami mythomania sering kali merasa mendapatkan kesenangan dari kebohongan itu sendiri.
Meski menyenangkan, namun penderita mythomania masih bisa merasa bersalah atas kebohongan yang dilakukannya, namun penderita akan terus berbohong untuk menutupi kesalahannya.
Bahkan penderita mythomania yang sudah parah, bisa menganggap kebohongan yang dilakukannya sebagai fakta. Berikut ini adalah ciri-ciri mythomania, antara lain:
  • Cenderung membuat cerita yang bersifat stabil dan permanen.
  • Meski berbohong telah menjadi bagian dari hidupnya, kebohongan yang dilakukannya tidak untuk mendapatkan keuntungan material.
  • Cerita yang disampaikan terdengar seperti nyata, padahal sering kali penderita mythomania mengambil cerita berdasarkan kisah nyata yang orang lain.
  • Cerita mengenai peran penting dirinya di organisasi atau perusahaan. Biasanya penderita mythomania adalah mereka yang menceritakan dirinya menjadi korban atau tokoh penolong.

Apa yang Membedakan Mythomania dengan Bohong Biasa?

Membedakan seseorang yang bohong biasa dengan mythomania adalah sesuatu yang mudah. Penderita mythomania cenderung melakukan kebohongan yang bersifat khayalan. Biasanya mereka akan mengatakan kebohongan mengenai sesuatu yang mereka impikan dicampur dengan fakta yang ada. Sedangkan kebohongan yang umum biasanya hanya mengenai hal-hal seputar usia, pencapaian, perasaan dan pendapatan.

Belum ada Komentar untuk "Waspada Mythomania Saat Anda Gemar Berbohong"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel